Galeri

Lelaki Bernama Bulan (2)

Matahari terik, lalu hujan

Pelangi melintang; petir membujur

Lalu apa lagi yang bisa kau keluhkan?
botol-botol kosong itu tak lagi berbunyi
hanya karena angin berhenti bertiup

Kau kenakan lagi boots cokelat tua yang dulu pernah kau buang
kau sisipkan bunga di ujungnya,
yang sore kemarin masih bertangkai
yang pagi tadi masih berduri

Amorita
dps, 260318, 1443 WITA

Galeri

Oliver Brown

kopi dan donat
notion dan semiotika
berdampingan dan berjalan

tanpa sadar,

aku mengenakan semiotika dalam setiap pilihan kata
kera-kera yang berlarian di kepala
hingga lelampu yang dikejar kala

aku mengenakan notion dalam setiap larik
meyakini akar dari rima
mengakari yakin dari koma hingga titik

aku menatap jalanan
menghitung satu demi satu;
mobil, sepeda, bus, manusia…
kedai mie, rumah teh, salon, café kopi…
pagar besi, lampu lalu lintas, telepon umum…

aku menunduk,
mengingat satu demi satu
Alé, Pie, Amber, Roya…
wabah, pencegahan, penanggulangan, perencanaan…

Retrovertigo mengalun,
kepalaku berputar

Aku perlu kopi

 

Syd, 290717, 2042
Ling

*hasil perbincangan panjang dengan Eve mengenai ‘notion and semiotics in material’, sepulang dari menggelandang ke sebuah gallery* 

photo_2017-07-29_20-46-52

Taut

Autumn in Sydney

Sejauh ini, musim gugur bisa dikatakan sebagai musim favorit saya. Sesederhana karena warnanya, mungkin. Warna-warna tanah; gradasi cokelat hingga kuning, ditambah merah di beberapa sisi. Meskipun tidak di semua tempat, warna-warna kecokelatan yang nemplok di sudut-sudut kampus lumayan bikin saya merasa hangat-hangat gimana gitu haha..

Apa cuma karena warna cokelat?

Ya. Mungkin saja. Eh, tapi… Entahlah.

Padahal saya seringkali ngomel-ngomel gara-gara angin musim gugur yang sering keterlaluan kencangnya, hujan tengah hari di hari yang tadinya cerah, lalu matahari yang munculnya sesuka hati.

Padahal saya sering merutuk karena hari bermatahari makin lama rasanya makin pendek.

Padahal saya juga jadi sering mengurung diri di library atau di kamar karena dinginnya mulai menggigit.photo_2017-05-09_15-30-23

Tapi saya tetap suka.

Mungkin karena panasnya tidak seterik summer (yang kalau di sini di beberapa daerah bisa mencapai 45derajat Celcius). Mungkin karena dinginnya tidak sebeku winter. Mungkin juga karena hujannya tidak sesering spring.

Ah, mungkin karena saya akan merindukan cuaca swing-swing ini ketika sudah pulang nanti.

Sydney, 090517, 2352AEST
_Ling_

Galeri

(Mungkin) Karena Saya Lapar

Kesepian merembes sepanjang jalan
Membentuk hari yang lalu pergi
Lepas itu aku sadar
Di bawah sana kau mengendap serupa parasit

Kau tawarkan adonan anggur
Berlapis sari ceri
Yang kulumat dalam kepalamu

Kepala parasit
Tok. Tok.
Larikan loyang-loyang dan panggangan!

Selai kacang dan gula batu
menempel di lelangit mulut
ambil kendali atas mulutmu
Tuangkan rum dan arak
pada perapian yang meminta dedaunan
memaksamu memuntahkan ramuan tadi pagi
bit, akar gurdy, eucalyptus, lily hutan dan daun jengkol
sisakan pias pada wajah eskrim berry birumu

masih mengendap
“Gulali gulala gulalu,” katamu
Kupeluk setumpuk gula kapas
“aku masih lapar,” kataku
131114.2047

PS: tulisan ini saya buat november 2014 lalu, ketika saya harus lembur dan tidak bisa keluar kantor karena hujan. tulisan ini saya benahi lagi hari ini karena keadaannya sama : lembur dan tertahan hujan.
bedanya saya dulu lembur kerjaan, sekarang lembur mengerjakan tugas kuliah. nasib mahasiswa :’)

judul aslinya Eliksir Kamis, tapi sekarang ini masih senin dini hari. 

dan saya juga (tampaknya) lapar…

_Ling_

P_20151208_201836.jpg

Galeri

Fall

Fall…

Cuaca Sydney sedang tidak bersahabat rupanya.

Kemarin Sydney, lebih tepatnya Kingsford dan sekitarnya, diguyur hujan seharian. Suasana tambah gloomy dengan angin berkecepatan yang entah berapa mph. Satu hal yang pasti, badan ini rasanya ikut terseret (ini serius!). Payung antibadai harus sudah pasti jadi must-bring item ditambah jaket windbreaker.

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk survive dari suhu Sydney yang perlahan mulai merosot sampai 17 C. Coklat panas di pagi hari bisa jadi salah satu pilihan yang pas. Alternatif lain ya nongkrong di library sambil mengerjakan segudang assignments.

Crystal Clear…

Satu hal yang gak aku notice setelah beberapa bulan tinggal di sini adalah warna langitnya yang biru terang. They said, it’s crystal clear sky! Makanya kerap kali beberapa orang melamar pasangannya dengan menuliskan “marry me” di langit. Sekalinya langit jadi gelap, karena memang akan turun hujan dan bukan karena asap-asap tebal kendaraan atau pabrik yang membumbung tinggi.

Akhir-akhir ini sederet lagu yang bikin baper masuk dalam playlist Spotify.

Tunggulah aku di Jakartamu

tempat labuhan semua mimpiku

Ya, itu salah satu penggalan lirik lagu generasi 90an yang dinyanyikan oleh Sheila On 7 dengan judul “Tunggu Aku di Jakartamu.” Lagu-lagu seperti ini sebenarnya sebagai salah satu cara untuk mengalihkan pikiran dari berbagai tugas dan rutinitas kuliah. Kalau otak lagi mandeg, baca jurnal atau nulis proposal pun ga akan bisa meskipun dipaksain. Tapi, kalau meresapi lirik lagu mah masih bisa dijabanin (baper tingkat lanjut, hee).

Anyway, tulisan ini hanya sebagai salah satu pembuka di saat suhu Sydney mulai dingin.

Stay warm!

Cheers,

Vidia

Galeri

Penugasan (2)

karena ternyata lebih mudah membiarkan halaman kuning terbuka
lalu menulis sejadijadinya

di luar jendela
anak-anak bermain dengan bola khayalan
jatuh berguling dan tertawa

di hadapanku
lelaki dengan ponsel merah muda dan tas merah jambu menyusun kertas-kertas
merekamnya dalam kilatan blitz
lalu mengeluarkan botol minum berwarna ungu violet
sesekali ia mengecek layar ponsel, menikmati kedipan notifikasi
lalu mengeluarkan mentos dari tasnya
rasa mint
dan gula-gula rasa semangka

rumus-rumus terbuka di hadapannya
kata-kata terbuka di hadapanku

di luar,
anak-anak itu masih bermain dengan bola khayalan
ritmenya berubah cepat, bola berganti senapan


lelaki di depanku menggaruk kepalanya
mungkin mulai berpikir bahwa ia salah jurusan

di sebelahku,
seorang perempuan mengetik cepat dengan huruf yang tak kupahami bentuknya
lalu menyalinnya ke piranti penerjemah
semoga ia tahu
piranti itu kadang mabuk

 

lelaki di depanku berdecak keras
kurasa benar,
ia merasa salah jurusan

level 2 UNSW Library, 250317 1900 AEDT
_Ling_

 

PS : tulisan ini saya buat setelah seharian jenuh berkutat dengan jurnal dan essay. Sekeliling saya isinya orang tepekur di depan gawai masing-masing. seharusnya sih waktu yang saya habiskan untuk mengetik tulisan ini bisa saya pakai untuk menulis essay, tapi kepala saya rasanya penuh dan susah memulai dari mana (alasan aja sih, hehe. padahal saya memang tidak tahu lagi harus menulis apa haha). bagi seluruh mahasiswa yang sedang berjuang di luar sana, Semangat !