Galeri

Kepada Tuan

Kepada Tuan,

yang menyakitkan bagi saya adalah saya tidak bisa berada di dekatnya,
adalah saya yang terlalu jauh dan tak setiap saat melihatnya.

Kepada Tuan,
yang memilukan bagi saya adalah saya yang hanya bisa mendengar kabarnya lewat udara,
adalah saya yang tak sedikitpun mampu menggenggamnya.

Namun Tuan,
ada yang menyenangkan.
Yang menyenangkan adalah dia yang semakin kuat.

***

Rupanya milkshake malam ini membuat pikiran berkelana.
Jauh, namun tak pernah sampai.
Setidaknya untuk saat ini.

***

Sydney, 12.02 am.

Vidia

Taut

Autumn in Sydney

Sejauh ini, musim gugur bisa dikatakan sebagai musim favorit saya. Sesederhana karena warnanya, mungkin. Warna-warna tanah; gradasi cokelat hingga kuning, ditambah merah di beberapa sisi. Meskipun tidak di semua tempat, warna-warna kecokelatan yang nemplok di sudut-sudut kampus lumayan bikin saya merasa hangat-hangat gimana gitu haha..

Apa cuma karena warna cokelat?

Ya. Mungkin saja. Eh, tapi… Entahlah.

Padahal saya seringkali ngomel-ngomel gara-gara angin musim gugur yang sering keterlaluan kencangnya, hujan tengah hari di hari yang tadinya cerah, lalu matahari yang munculnya sesuka hati.

Padahal saya sering merutuk karena hari bermatahari makin lama rasanya makin pendek.

Padahal saya juga jadi sering mengurung diri di library atau di kamar karena dinginnya mulai menggigit.photo_2017-05-09_15-30-23

Tapi saya tetap suka.

Mungkin karena panasnya tidak seterik summer (yang kalau di sini di beberapa daerah bisa mencapai 45derajat Celcius). Mungkin karena dinginnya tidak sebeku winter. Mungkin juga karena hujannya tidak sesering spring.

Ah, mungkin karena saya akan merindukan cuaca swing-swing ini ketika sudah pulang nanti.

Sydney, 090517, 2352AEST
_Ling_