Penulis Yang Tak Pernah Menulis

Ya, ia memang tak pernah menulis, namun ia lah sang penulis. Lamunnya hasilkan karya-karya, tentang ragam hal, dalam banyak bahasa, di seluruh belahan dunia.

Lamunnya memang tak biasa, namun tak sekalipun ia guratkan sendiri. Karyanya, tercipta dengan tangan-tangan para asisten penurut. Sang penulis bukannya tak mampu, hanya saja ia rasa terlalu menjemukan.

Beberapa bukunya menjelma menjadi mahakarya. Dalam satu mahakarya ia mampu rangkum berbagai kisah, ilmu alam, teknik pengobatan, ilmu ekonomi, hingga lagu. Ya, dalam satu mahakarya

Dari mana ia dapatkan idenya adalah misteri. Tak satupun daftar referensi yang bisa dituju. Tak ada yang berani menyanggah idenya. Penyanggahan adalah ketidakpedulian. Mungkin ia memang sehebat itu

Karya-karyanya telah dinikmati dari generasi ke generasi oleh ratusan juta penggemarnya. Tua, muda, pria, wanita, semua cintai karyanya. Penggemar fanatiknya pun tak henti-henti gaungkan isinya searah.

Sayangnya, tiap penggemarnya tak terlalu tertarik dengan karya lainnya ketika mereka rasa telah nikmati satu.

Kini sang penulis telah berhenti menulis. Mungkin semua yang mampu dibahas telah dibahas, mungkin kejenuhan, mungkin ia telah tiada, mungkin ia masih menulis, namun tak sewahid karya-karya sebelumnya

Atau mungkin sekarangpun ia tengah duduk bersandar pada sebuah pohon elm di lapangan rumput yang luas, mendikte ide barunya kepada asistennya. Mungkin karya terkini telah rangkum, namun ia rasa belum saatnya.

Ya, ia memang tak pernah menulis, namun ia lah sang penulis.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s