Galeri

Rigby

aku terus-menerus menghukum diriku
dengan mengingatmu dan sore di bangku taman

jalanan kembali bising
mobil-mobil lewat satu per satu
putih, hitam, merah, hijau tua, biru, kuning
motor-motor menderu
anak-anak berlarian

anak-anak tak terlihat
berlarian dan tertabrak bolak-balik
bola dan balon yang mereka dapatkan dari penjual ayam di ujung gang sedang mereka mainkan berramai-ramai
balon-balon serupa warna mobil
putih, hitam, merah, hijau tua, biru, kuning

“rupa-rupa warnanya,” kenangmu kala itu
di bangku taman, sore itu tak kunjung berakhir
tapi aku dan wanita batu itu sama-sama tau siapa yang menginginkan akhir

matahari terbenam pukul sepuluh malam
ah, persetan.
Eleanor Rigby masih saja bungkam.

 

dps, 170618, 2333
Amorita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s