Hari Esok pun Saya Suka

Entah kenapa, saya suka dengan langit Sydney sore ini.
Biru-keunguan. Ada warna merah mudanya juga.
Hujannya pun saya suka.
Adem.
Sepertinya segala sesuatu yang akan ditinggalkan malah menunjukkan sisi terbaiknya.

Rupanya ada yang sedang menari-nari mengisi pikiran saya. Sesekali saya teringat konser Coldplay tahun kemarin tepat di bulan ini yang berhasil membuat saya susah move on. Like, seriously, it was too good! Secara tak sengaja, saya ingat bagaimana dulu ayah saya mengantarkan saya ke sekolah. Memakai sepeda dan saya duduk anteng di depan karena ayah saya sengaja menyiapkan kursi rotan kecil di belakang stang. Kursi boncengan ini rasanya dulu sempat menjadi primadona. Tetapi tidak untuk sekarang. Saya pun ingat bagaimana dulu saya ingin sekali pergi ke Melbourne untuk alasan yang saya pun ga tahu. Yang pasti saya ingin kesana. Sampai-sampai, saya menulis keinginan itu di sebuah buku. Dan tiga tahun kemudian saya akhirnya bisa menginjakkan kaki di kota yang berhasil membuat saya terpesona. Bahkan beberapa bulan lalu saya kembali mengunjungi Melbourne walaupun untuk sebuah conference. 

Rupanya pula pikiran saya terlalu sibuk menari-nari. Ahh, sudahlah, beberapa jam lagi saya akan meninggalkan kota ini. Sudah saatnya saya kembali packing.

Hari esok pun pasti saya suka.

🙂

 

Salam,

Vidia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s