Sketpro #3: Alé dan Amber

Sudah dua kali, pikir Ale, dan kedua kejadian itu berakhir dengan memalukan. Yang pertama, Ale hanya bisa menangkap kilatan cahaya sebelum akhirnya semua gelap. Setelahnya, ia terbangun di ruang istirahat pegawai di café tempatnya kehilangan kesadaran. Dia ditolong oleh pemilik café yang wajahnya lebih dari sekedar lega ketika melihat Ale akhirnya terbangun. Setelah berulang kali meyakinkan ia baik-baik saja dan menolak diantarkan pulang, Ale pun dipesankan taksi yang mengantarkannya ke rumah. Semalaman itu pun ia menyalakan semua lampu yang ada di rumahnya, dan terjaga hingga pagi. Seperti itu terus; terus menerus selama hampir seminggu. Ujungnya? Ia harus dirawat di rumah sakit.

Pada kejadian kedua, Ale merasa cukup kuat untuk tidak tumbang lagi seperti sebelumnya.  Ale juga merasa cukup kuat untuk tidak berteriak. Ia berdiri cukup lama, menyaksikan lumpur itu menggenang dan merambat menuju kakinya. Ia mencoba meyakinkan bahwa ini hanya ada di kepalanya dan tidak benar-benar terjadi. Tapi ternyata ia tak sekuat bayangannya. Ale mual, lalu muntah sejadi-jadinya. Tepat ketika Ale limbung, tetangga kakaknya keluar dari rumahnya dan sempat menahan Ale agar tidak terjatuh. Gerbang terbuka dan Ale melihat sosok yang benar-benar kakaknya, mendengar suara-suara panik dari dalam rumah, melihat genangan lumpur di dekatnya lenyap perlahan, lalu kemudian… well, dia tidak sadarkan diri lagi.

Dua kali, pikirnya lagi. Bagaimana bisa?

Sehari setelah kejadian kedua, Ale melakukan full check up di Rumah Sakit dekat kantornya. Ia melakukan segala macam tes fisik dan mental, berharap apa yang dia alami beberapa waktu ke belakang murni adalah hasil dari error yang ada di tubuhnya. Hasilnya nihil. Semua aspek normal. But how normal can it be?

Jam setengah dua pagi; Ale tau bahwa malam ini ia tidak seharusnya begadang. Esok pagi-pagi sekali ia harus menemui klien kantornya langsung di perkebunan teh milik si klien untuk membicarakan rencana kerjasama. Tapi ia merasa terganggu dan ingin mengetahui sebab dari semua ketidakberuntungan yang terjadi padanya. Sejak kapan hal-hal aneh ini mulai datang padanya? Pertemuan dengan anak-anak lumpur itu terjadi dua minggu lalu; penghujung bulan April. Kemunculan gadis pemilik cafe itu adalah sebulan sebelumnya. Sebelum tanggal-tanggal itu, Ale merasa hidupnya aman dan baik-baik saja. Kecuali…

Ah, iya. Sepertinya, sejak saat itu. Sejak Ale mengenal perempuan bernama Amber yang berulang kali mengatakan bahwa mata Ale mirip mata kucing. Perempuan bernama Amber ini Ale temui tanpa sengaja di sebuah kantor pos ketika mereka sama-sama membeli perangko untuk mengirimkan kartu pos. Selama ini Ale merasa dirinya unik; autentik; jarang ada manusia modern yang masih memilih cara konvensional berkomunikasi menggunakan surat dan kartu pos. Namun ketika dia menemukan seseorang yang memiliki kesamaan dengannya, girangnya bukan main. Mereka bertukar alamat dan memutuskan untuk saling berkirim kartupos.

Sejauh ini, mereka tak pernah bertemu lagi dan komunikasi mereka hanya terbatas pada kartu pos-kartu pos yang dikirim dalam jangka waktu tidak tentu. Ale telah mengirim tiga, dan Amber juga telah mengirim tiga. Ketiga kartu pos yang Amber kirim berasal dari negara yang berbeda; dan selalu diakhiri dengan kalimat,”Matamu seperti mata kucing, Le. Hati-hati ya.”

Jika pada awalnya Ale merasa itu sebagai lelucon, maka kini ia mulai merasa takut. Seketika itu juga Ale mengambil seluruh kartu pos dari Amber dan mulai menelisiknya satu per satu.

Kartu pos pertama berasal dari Aceh, dengan gambar segelas kopi dilatari dataran tinggi Gayo. Kartu pos kedua dari Brazil, bergambar anak-anak yang bermain sepakbola. Kartu pos ketiga..

Tunggu.

Ada yang janggal.

Ale menatap lagi kartu posnya, lalu tertegun. Segelas kopi dan kejadian di cafe. Anak-anak yang bermain bola dengan anak-anak yang berubah menjadi lumpur.

Tangannya mendingin ketika melihat kembali kartu pos ketiga.

Kartu pos dari Bandung. Bergambar perkebunan teh.

Ale menghela napas. Mampus, pikirnya.

Sydney, 130517, 0247 AEST
_Ling_

 

Ale1

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s