Autumn in Sydney

Sejauh ini, musim gugur bisa dikatakan sebagai musim favorit saya. Sesederhana karena warnanya, mungkin. Warna-warna tanah; gradasi cokelat hingga kuning, ditambah merah di beberapa sisi. Meskipun tidak di semua tempat, warna-warna kecokelatan yang nemplok di sudut-sudut kampus lumayan bikin saya merasa hangat-hangat gimana gitu haha..

Apa cuma karena warna cokelat?

Ya. Mungkin saja. Eh, tapi… Entahlah.

Padahal saya seringkali ngomel-ngomel gara-gara angin musim gugur yang sering keterlaluan kencangnya, hujan tengah hari di hari yang tadinya cerah, lalu matahari yang munculnya sesuka hati.

Padahal saya sering merutuk karena hari bermatahari makin lama rasanya makin pendek.

Padahal saya juga jadi sering mengurung diri di library atau di kamar karena dinginnya mulai menggigit.photo_2017-05-09_15-30-23

Tapi saya tetap suka.

Mungkin karena panasnya tidak seterik summer (yang kalau di sini di beberapa daerah bisa mencapai 45derajat Celcius). Mungkin karena dinginnya tidak sebeku winter. Mungkin juga karena hujannya tidak sesering spring.

Ah, mungkin karena saya akan merindukan cuaca swing-swing ini ketika sudah pulang nanti.

Sydney, 090517, 2352AEST
_Ling_

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s