Sketpro #2: Alé dan Raré

          “Lurus, belok kanan, lurus lagi sampai rumah warna hijau, cari gang nomor empat, rumah biru di ujung kiri. Lurus, belok kanan…” kata Ale berulang-ulang. Sore hari itu ia terpaksa harus berjalan kaki menuju alamat kakaknya karena sepedanya dicuri orang di parkiran kantor. Awalnya ia ingin memesan ojek online, namun niatnya ia urungkan ketika ia menyadari bahwa dompetnya tertinggal di rumah dan telepon genggamnya kehabisan daya. Dengan sisa uang di saku yang hanya cukup untuk membeli dua bungkus permen karet, akhirnya ia memutuskan untuk mencari bantuan ke tempat terdekat yang terlintas di pikirannya: rumah baru kakaknya.

Rumah itu memang hanya sepuluh menit berjalan kaki dari kantornya dan merupakan rumah yang mudah diingat ; cat serba biru dengan pagar biru langit. Yang membebani Ale hanya satu; rumah itu terletak di belantara gang yang sambung menyambung seperti labirin. Ale bukan pengingat jalan yang baik, dan ia tau ia hampir pasti tersesat. Tapi bagaimanapun, itu satu-satunya tempat yang bisa ia datangi saat ini.

Ale berjalan lagi dan menghela napas lega ketika sampai di depan rumah hijau. Kali ini ia tersenyum puas, merasa bahwa ingatannya akan jalan sudah bisa diandalkan. Pandangannya berkeliling, dia sekarang hanya perlu mencari gang nomor empat…

Plak! Sesuatu menubruk belakang kepala Ale. Sebuah bola; pasti anak-anak yang sedang main sepakbola di dalam gang, pikirnya. Ia kemudian menunduk mengambil bola sepak yang terlempar ke jalanan sambil mengusap-usap belakang kepalanya ketika empat anak laki-laki berlari ke arahnya sambil meneriakkan permintaan maaf.

 Keempat anak itu terengah ketika sampai di hadapannya, meminta maaf dan meminta bola mereka. Mereka lebih seperti anak-anak yang baru selesai bergulat di lumpur sawah daripada bermain bola di gang. Ale tersenyum pada anak-anak itu dan mengembalikan bolanya. Salah satu dari mereka bertanya, “Oom mau ke mana?”

Mereka ini anak lokal, pikir Ale, mereka pasti tau alamat yang Ale cari.

Ale menerangkan alamat tujuannya dan meminta tolong anak-anak itu untuk menunjukkan jalan. Keempat anak itu berpandangan, salah satunya bertanya lagi, “Oom kenapa mau ke sana? Mau cari siapa?”

“Itu rumah kakak oom, kebetulan Oom ada urusan…” Ale berhenti sejenak, “Memangnya kenapa dik?”

Anak berbaju kuning menatap Ale dengan pandangan menyelidik,”Oom yakin itu rumah kakaknya? Ngga salah alamat kan?”

Ini mulai aneh, pikir Ale. Memangnya ada apa di sana?

“Oom ngga tau ya, rumah itu ada hantunya,” lanjut anak paling tinggi.

Ale diam sejenak, menimbang-nimbang apakah anak-anak ini bergurau atau serius; memikirkan kemungkinan mencari jalannya sendiri ketika akhirnya anak yang berperawakan paling besar membuka suara,”Yaudah deh Oom, kami anterin. Tapi nanti apapun yang terjadi jangan salahin kami yaaa.”

Ale tertawa kecil dan menyetujuinya. Sambil berjalan, ia mulai berpikir bahwa anak-anak ini tadi memang bergurau. Ah, anak-anak jaman sekarang…

Mereka berjalan beriringan sambil sesekali anak-anak itu mencuri pandang ke arah Ale dan tertawa geli. Menganggap ini bagian dari gurauan mereka, Ale ikut tertawa dengan anak-anak itu sampai akhirnya mereka tiba di depan rumah serba biru dengan pagar biru langit. Nah, ini benar. Persis.

Ale berjalan mendekati pagar dan memencet bel, sementara empat anak tadi berdiri di seberang jalan. Katanya, mereka takut karena rumah itu ada hantunya. Ale tertawa geli, pikirnya, anak-anak itu masih mencoba memainkan gurauan mereka.

Pintu terbuka dan seorang lelaki keluar dari dalam rumah. Raut mukanya berubah pucat ketika memandang anak-anak di seberang jalan.

Anak-anak itu berteriak histeris sambil menutup telinga mereka.

Ale tertegun. Di depan matanya, mereka meleleh; menjadi genangan lumpur.

Sydney, 270417, 2343
Ling

 

rare

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s