Sketpro #1 : Ale dan café

Pukul delapan malam dan hujan deras. Ale berlari menuju coffeeshop langganannnya yang terletak di ujung jalan tempat ia tinggal. Ia masuk dan mendapati pojok favoritnya diisi orang lain; Seorang wanita dengan blus krem dan rok bunga-bunga yang seketika mendongak ketika melihat Ale masuk.

Wanita itu, seperti segala yang ada di café langganannya ini, adalah hal yang dia akrabi tanpa ia pernah tau siapa dan darimana. Wanita yang selalu disuguhi latte dan pancake tanpa topping. Wanita yang selalu memakai rok bunga-bunga. Wanita yang selalu mengikat rambutnya dengan pita putih.

Ale menepi, bermaksud mencari meja lain. Tetapi wanita itu tersenyum, menunjukkan gesture tidak keberatan untuk berbagi meja. Mereka berhadapan dalam diam, dengan Ale yang berulang kali menoleh ke counter menunggu pesanannya datang.

Ketika long black Ale datang ke meja, wanita itu sudah menghabiskan setengah pancakenya sambil membaca sebuah buku. Baru kali ini mereka ada dalam jarak sedekat itu. Ale memperhatikannya diam-diam ; jemari kurus kuning langsat tanpa tanda-tanda cincin pernikahan atau pertunangan, rambut lurus kecokelatan sepanjang siku, dan alis yang tebal dan rapi. Bukunya hari ini adalah “Pride and Prejudice” oleh Jane Austen.

Ale mengumpulkan keberanian untuk menyapa dan mengajak wanita ini mengobrol. Tapi membicarakan apa? Siapa dia?

Wanita itu menutup bukunya, ganti memandang Ale yang sedang berusaha mengumpulkan keberanian. Wanita itu tersenyum, memasukkan bukunya ke dalam tas dan berdiri. “Terima kasih selalu datang,” katanya, lalu berjalan ke luar café.

Ale tercabik antara keinginan untuk mengejar atau tetap diam dan melupakan kejadian barusan. Rasanya terlambat, wanita itu pasti sudah cukup jauh untuk dikejar. Ah, tapi wanita itu sering datang kan? Pelayan café pasti tau siapa dia.

Ale menghela napas, menghabiskan sisa kopinya dan berjalan ke counter untuk menanyakan tentang wanita tadi. Detik itu juga matanya menangkap pemandangan sebuah bingkai foto dengan wajah wanita itu di dekat mesin kasir.

“Itu foto siapa?” tanyanya.

Pelayan café merendahkan suaranya dan menjawab, “Itu Helena, anak pemilik café. Dia meninggal dua tahun lalu. Sayang sekali, padahal masih sangat muda.”

Ale tersentak dan berusaha menguatkan diri. Ia berbalik menuju pintu keluar dan tertegun.

Wanita itu menunggunya di depan pintu.

030417. 1708 AEST.
_Ling_

P_20151220_114223.jpg

Advertisements

4 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s