Penugasan (2)

karena ternyata lebih mudah membiarkan halaman kuning terbuka
lalu menulis sejadijadinya

di luar jendela
anak-anak bermain dengan bola khayalan
jatuh berguling dan tertawa

di hadapanku
lelaki dengan ponsel merah muda dan tas merah jambu menyusun kertas-kertas
merekamnya dalam kilatan blitz
lalu mengeluarkan botol minum berwarna ungu violet
sesekali ia mengecek layar ponsel, menikmati kedipan notifikasi
lalu mengeluarkan mentos dari tasnya
rasa mint
dan gula-gula rasa semangka

rumus-rumus terbuka di hadapannya
kata-kata terbuka di hadapanku

di luar,
anak-anak itu masih bermain dengan bola khayalan
ritmenya berubah cepat, bola berganti senapan


lelaki di depanku menggaruk kepalanya
mungkin mulai berpikir bahwa ia salah jurusan

di sebelahku,
seorang perempuan mengetik cepat dengan huruf yang tak kupahami bentuknya
lalu menyalinnya ke piranti penerjemah
semoga ia tahu
piranti itu kadang mabuk

 

lelaki di depanku berdecak keras
kurasa benar,
ia merasa salah jurusan

level 2 UNSW Library, 250317 1900 AEDT
_Ling_

 

PS : tulisan ini saya buat setelah seharian jenuh berkutat dengan jurnal dan essay. Sekeliling saya isinya orang tepekur di depan gawai masing-masing. seharusnya sih waktu yang saya habiskan untuk mengetik tulisan ini bisa saya pakai untuk menulis essay, tapi kepala saya rasanya penuh dan susah memulai dari mana (alasan aja sih, hehe. padahal saya memang tidak tahu lagi harus menulis apa haha). bagi seluruh mahasiswa yang sedang berjuang di luar sana, Semangat !

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s